Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Pahami pasangan perdagangan seperti BTC/IDR sebelum membuat pesanan.
Kenali perbedaan market order dan limit order agar dapat memilih cara transaksi yang sesuai.
Periksa harga, biaya, dan estimasi jumlah BTC yang diterima sebelum mengkonfirmasi pesanan.
Tentukan batas risiko karena harga Bitcoin dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat.
Trading Bitcoin bukan sekadar membeli BTC ketika harga turun dan menjualnya ketika harga naik. Kamu juga perlu memahami cara membaca pasangan perdagangan, memilih jenis order, dan memperhitungkan biaya transaksi.
Bagi pemula, memahami dasar-dasar ini dapat membantu mengurangi kesalahan saat bertransaksi. Berikut panduan trading Bitcoin di Bybit Indonesia, mulai dari memahami pasangan perdagangan hingga memeriksa hasil transaksi.
Trading Bitcoin adalah aktivitas membeli dan menjual BTC melalui pasar perdagangan untuk memanfaatkan perubahan harga. Hasil transaksi bergantung pada harga beli, harga jual, biaya, dan kondisi pasar ketika pesanan dieksekusi.
Aktivitas ini berbeda dari membeli Bitcoin untuk disimpan dalam jangka panjang. Trader biasanya lebih memperhatikan pergerakan harga dan waktu transaksi, sedangkan orang yang menyimpan BTC dalam jangka panjang mungkin lebih berfokus pada tujuan kepemilikan asetnya.
Namun, trading tidak menjamin keuntungan. Harga Bitcoin dapat bergerak berlawanan dengan perkiraan, sehingga keputusan transaksi perlu mempertimbangkan risiko kerugian.
Pasangan BTC/IDR menunjukkan perdagangan Bitcoin terhadap rupiah. BTC merupakan aset yang diperdagangkan, sedangkan IDR adalah mata uang pembanding untuk menyatakan harganya.
Sebagai contoh, jika harga BTC/IDR ditampilkan sebesar Rp1.000.000.000 per BTC, angka tersebut berarti satu BTC bernilai Rp1 miliar pada harga yang ditampilkan. Angka ini hanya ilustrasi, bukan harga pasar terkini.
Kamu dapat melihat pasangan BTC/IDR di pasar Spot Bybit Indonesia untuk mempelajari perdagangan Bitcoin menggunakan rupiah.
Harga yang terlihat dapat berubah mengikuti kondisi pasar. Karena itu, jangan menganggap harga saat membuka halaman perdagangan pasti sama dengan harga ketika pesanan dieksekusi.
Perbedaan utamanya terletak pada aset yang digunakan sebagai pembanding harga.
BTC/IDR: Harga Bitcoin dinyatakan dalam rupiah.
BTC/USDT: Harga Bitcoin dinyatakan dalam USDT, yaitu aset kripto yang dirancang untuk mengikuti nilai dolar AS.
Pasangan perdagangan yang dipilih juga menentukan saldo yang diperlukan untuk bertransaksi. Jika memilih BTC/USDT, kamu perlu memiliki saldo USDT yang cukup. Jika memilih BTC/IDR, periksa saldo dan ketentuan transaksi yang berlaku untuk pasangan tersebut.
Sebelum membuat pesanan, pastikan kamu memahami nilai aset pembanding yang digunakan dan tidak keliru memilih pasangan perdagangan.
Pertama, buat akun melalui situs resmi Bybit Indonesia dan selesaikan verifikasi identitas atau Know Your Customer (KYC) sesuai persyaratan platform.
Setelah akun siap, periksa metode deposit dan saldo yang dapat digunakan untuk transaksi. Ketersediaan metode, batas transaksi, dan biaya dapat berubah, sehingga informasi tersebut sebaiknya diperiksa langsung di platform.
Pastikan dana sudah tersedia di bagian akun yang dapat digunakan untuk trading. Jangan langsung menganggap dana yang baru didepositkan sudah siap digunakan tanpa memeriksa status saldo.
Buka halaman perdagangan dan cari pasangan BTC/IDR jika tersedia untuk akunmu. Periksa harga Bitcoin, informasi pasar, dan saldo yang dapat digunakan sebelum melanjutkan.
Pada halaman perdagangan, kamu biasanya akan menemukan informasi harga dan formulir untuk membuat pesanan. Luangkan waktu untuk memahami kolom yang tersedia agar tidak salah memasukkan nominal atau memilih jenis order.
Dalam perdagangan Spot, dua jenis order yang umum digunakan adalah market order dan limit order.
Market order adalah pesanan yang diupayakan untuk dieksekusi pada harga pasar terbaik yang tersedia. Jenis ini dapat membantu ketika kamu ingin transaksi segera diproses, tetapi harga akhirnya bisa berbeda dari harga yang terlihat sebelumnya.
Limit order memungkinkan kamu menentukan harga beli yang diinginkan. Pesanan hanya dapat dieksekusi jika kondisi pasar memenuhi ketentuan harga tersebut. Artinya, pesanan bisa menunggu dan tidak selalu langsung terisi.
Contohnya, kamu ingin membeli BTC ketika harga mencapai batas tertentu. Kamu dapat mempertimbangkan limit order, tetapi tidak ada jaminan harga tersebut akan tercapai.
Pilih jenis order berdasarkan kebutuhan dan pahami cara kerjanya sebelum mengkonfirmasi transaksi.
Setelah memilih jenis order, masukkan nominal dana atau jumlah BTC sesuai opsi yang tersedia. Perhatikan minimum transaksi yang berlaku untuk pasangan perdagangan tersebut.
Sebelum mengkonfirmasi pesanan, periksa hal-hal berikut:
Pasangan perdagangan sudah benar.
Jenis order sesuai dengan kebutuhan.
Nominal pembelian atau jumlah BTC sudah sesuai.
Estimasi nilai transaksi dan biaya sudah diperiksa.
Saldo yang tersedia cukup untuk memenuhi pesanan.
Harga pasar dapat berubah ketika kamu menyiapkan transaksi. Karena itu, tinjau kembali informasi yang ditampilkan sebelum menekan tombol konfirmasi.
Setelah membuat pesanan, periksa status order dan riwayat transaksi. Jika menggunakan market order, pesanan dapat dieksekusi berdasarkan kondisi pasar yang tersedia. Jika menggunakan limit order, pesanan mungkin masih menunggu hingga harga yang ditentukan terpenuhi.
Jangan menganggap limit order yang masih terbuka sebagai transaksi yang sudah selesai. Periksa saldo BTC setelah pesanan dieksekusi dan pastikan jumlah aset yang diterima sesuai dengan riwayat transaksi.
Menyimpan catatan harga beli dan biaya juga dapat membantu kamu mengevaluasi hasil trading di kemudian hari.
Selain perdagangan Spot, kamu mungkin menemukan fitur Exchange dan Convert. Meskipun sama-sama berkaitan dengan pertukaran aset, mekanismenya berbeda.
Spot: Memungkinkan pengguna memperdagangkan pasangan aset berdasarkan mekanisme pasar.
Exchange: Menyediakan fitur pertukaran aset sesuai pilihan yang tersedia.
Convert: Memungkinkan pengguna mengonversi satu aset menjadi aset lain berdasarkan kuotasi yang ditampilkan.
Jika ingin mempelajari fitur pertukaran aset yang tersedia, kamu dapat melihat halaman Exchange Bybit Indonesia.
Jika kamu sudah memiliki BTC dan ingin melihat estimasi nilainya dalam rupiah melalui fitur konversi, kamu dapat memeriksa halaman berikut.
Untuk melihat estimasi konversi Bitcoin ke rupiah, kamu dapat memeriksa fitur Convert BTC ke IDR di Bybit Indonesia.
Perlu dibedakan bahwa mengonversi BTC ke IDR berarti menukar Bitcoin yang sudah dimiliki ke rupiah berdasarkan kuotasi yang tersedia. Aktivitas tersebut berbeda dari trading melalui order book, yang memungkinkan pengguna membuat pesanan berdasarkan pasangan perdagangan dan jenis order.
Sebelum memilih fitur, periksa aset yang digunakan, nilai transaksi, serta biaya yang ditampilkan.
Biaya transaksi dapat mempengaruhi hasil trading, terutama jika kamu melakukan banyak transaksi dalam waktu singkat. Periksa biaya yang berlaku untuk jenis transaksi dan akunmu sebelum membuat pesanan.
Selain biaya trading, perhatikan spread dan kemungkinan slippage. Spread merupakan selisih antara harga beli dan harga jual, sedangkan slippage terjadi ketika harga eksekusi berbeda dari harga yang diharapkan.
Bitcoin dapat mengalami perubahan harga yang signifikan dalam waktu singkat. Bahkan jika analisis awal terlihat masuk akal, kondisi pasar dapat berubah dan membuat transaksi merugi.
Hindari mengambil keputusan hanya karena harga sedang naik atau turun tajam. Periksa kondisi pasar dan tentukan batas risiko sebelum melakukan transaksi.
Gunakan dana yang sanggup kamu tanggung risikonya. Hindari memakai dana darurat, uang kebutuhan sehari-hari, atau pinjaman untuk trading.
Pemula juga sebaiknya tidak langsung memperbesar nominal transaksi hanya karena satu transaksi sebelumnya menghasilkan keuntungan. Hasil transaksi terdahulu tidak menjamin hasil berikutnya.
Mulai dari nominal yang terjangkau. Pelajari proses transaksi tanpa mempertaruhkan dana yang tidak siap kamu kehilangan.
Pahami jenis order. Ketahui perbedaan market order dan limit order sebelum memilihnya.
Periksa detail transaksi. Pastikan pasangan, nominal, dan biaya sudah benar.
Hindari FOMO. Jangan membeli hanya karena takut kehilangan peluang kenaikan harga.
Tentukan batas risiko. Tentukan sebelumnya berapa besar kerugian yang sanggup kamu tanggung.
Memahami pasangan perdagangan dan jenis order merupakan dasar penting sebelum mulai trading Bitcoin. Dengan memeriksa detail transaksi, memperhitungkan biaya, dan mengelola risiko, kamu dapat mengambil keputusan yang lebih terukur tanpa menganggap trading sebagai cara memperoleh keuntungan yang pasti.