Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
BTC/USDT menunjukkan harga Bitcoin dalam USDT, bukan rupiah.
Untuk membeli BTC, kamu menggunakan USDT. Sebaliknya, menjual BTC melalui pasangan ini berarti menukarnya menjadi USDT.
Market order mengutamakan eksekusi pada harga pasar yang tersedia, sedangkan limit order memungkinkan kamu menentukan harga transaksi.
Sebelum memasang order, periksa harga, biaya, saldo, dan status pesanan agar tidak salah mengambil keputusan.
Jika kamu sudah memiliki USDT dan ingin membeli Bitcoin, memahami pasangan BTC/USDT adalah langkah awal sebelum bertransaksi. Pasangan ini memungkinkan kamu melihat harga BTC dalam USDT dan memasang pesanan beli atau jual di pasar Spot.
Namun, angka harga yang terlihat di layar bukan berarti transaksi pasti terjadi pada harga tersebut. Kamu perlu memahami cara membaca informasi pasar dan memilih jenis order yang sesuai dengan kebutuhan.
Dalam pasangan BTC/USDT, BTC adalah aset yang diperdagangkan, sedangkan USDT menjadi aset pembanding untuk menyatakan harganya.
Misalnya, harga BTC/USDT menunjukkan 70.000 USDT. Artinya, harga indikatif satu BTC adalah 70.000 USDT. Angka ini hanya ilustrasi, bukan harga pasar terkini.
Ada dua arah transaksi yang bisa dilakukan:
Buy BTC: menggunakan USDT untuk membeli Bitcoin.
Sell BTC: menjual Bitcoin untuk memperoleh USDT.
Jika kamu membeli BTC menggunakan USDT, jumlah Bitcoin yang diterima bergantung pada harga eksekusi, nominal transaksi, dan biaya yang berlaku. Ketika menjual BTC, jumlah USDT yang diterima juga bergantung pada harga jual dan biaya transaksi.
Perlu diingat bahwa USDT dirancang untuk mengikuti nilai dolar AS, bukan rupiah. Jadi, harga BTC/USDT tidak langsung menunjukkan nilai Bitcoin dalam IDR. Nilai akhirnya dalam rupiah juga dipengaruhi oleh nilai tukar USDT terhadap rupiah.
Untuk mempelajari perdagangan Bitcoin menggunakan USDT, kamu dapat melihat pasangan BTC/USDT di pasar Spot Bybit Indonesia.
Sebelum memasang order, ada beberapa informasi di halaman perdagangan yang perlu kamu pahami.
Harga terakhir menunjukkan harga transaksi terakhir yang tercatat di pasar. Angka ini berguna untuk mengetahui posisi harga saat ini, tetapi tidak menjamin pesanan berikutnya akan dieksekusi pada harga yang sama.
Harga dapat berubah ketika pembeli dan penjual memasukkan pesanan baru. Perbedaan ini penting terutama saat pasar bergerak cepat.
Bid adalah harga yang ditawarkan pembeli, sedangkan ask adalah harga yang diminta penjual. Selisih antara keduanya disebut spread.
Misalnya, harga bid berada di 69.990 USDT dan harga ask di 70.010 USDT. Selisihnya adalah 20 USDT per BTC. Angka ini hanya ilustrasi.
Spread dapat mempengaruhi harga yang tersedia ketika kamu ingin langsung membeli atau menjual. Karena itu, jangan hanya melihat harga terakhir tanpa mempertimbangkan harga bid dan ask.
Volume perdagangan dapat memberikan gambaran tentang aktivitas transaksi di pasar. Namun, volume yang tinggi tidak menjamin harga akan naik atau turun.
Periksa juga saldo yang tersedia. Jika ingin membeli BTC melalui pasangan BTC/USDT, kamu perlu memiliki USDT yang cukup. Jika ingin menjual BTC, pastikan saldo BTC tersedia dan dapat digunakan untuk transaksi.
Sebelum membuka pesanan, periksa apakah saldo USDT atau BTC sudah tersedia di akun yang digunakan untuk trading.
Untuk membeli BTC, perhatikan jumlah USDT yang dapat digunakan. Untuk menjual BTC, periksa jumlah BTC yang tersedia. Pastikan juga kamu memahami biaya dan minimum transaksi yang berlaku di platform.
Pilih Buy jika ingin membeli BTC menggunakan USDT, atau Sell jika ingin menjual BTC untuk memperoleh USDT.
Langkah ini terdengar sederhana, tetapi penting untuk diperiksa sebelum mengkonfirmasi pesanan. Kesalahan memilih arah transaksi dapat menghasilkan tindakan yang berlawanan dengan rencana awal.
Dua jenis order yang umum digunakan di pasar Spot adalah market order dan limit order.
Market order mengutamakan eksekusi pada harga pasar terbaik yang tersedia. Jenis ini dapat dipertimbangkan jika kamu ingin transaksi segera diproses tanpa menetapkan harga tertentu. Namun, harga akhir bisa berbeda dari harga yang terlihat saat pesanan dibuat.
Limit order memungkinkan kamu menentukan harga beli atau jual. Pesanan hanya dapat dieksekusi jika kondisi pasar memenuhi ketentuan tersebut. Jika harga yang kamu inginkan belum tercapai, pesanan bisa tetap terbuka.
Sebagai contoh, kamu ingin membeli BTC pada harga 69.000 USDT. Kamu dapat memasang limit order pada harga tersebut jika opsi itu tersedia. Namun, pesanan tidak dijamin akan terisi karena harga pasar mungkin tidak pernah mencapai batas yang ditentukan.
Market order dan limit order tidak memiliki pilihan yang selalu lebih baik. Pertimbangkan apakah prioritasmu adalah eksekusi segera atau mendapatkan harga sesuai batas yang ditentukan.
Setelah memilih jenis order, masukkan jumlah BTC atau nominal USDT sesuai opsi yang tersedia. Sebelum mengonfirmasi, periksa kembali:
Pasangan perdagangan BTC/USDT.
Arah transaksi Buy atau Sell.
Jenis order dan harga yang ditentukan.
Estimasi nilai transaksi serta biaya.
Saldo yang tersedia dan jumlah aset yang diperkirakan diterima.
Jangan menganggap seluruh nominal transaksi akan berubah menjadi aset tanpa potongan. Biaya dan harga eksekusi dapat memengaruhi jumlah akhir.
Setelah pesanan dibuat, periksa statusnya di bagian order atau riwayat transaksi.
Market order dapat dieksekusi berdasarkan kondisi pasar yang tersedia. Sementara itu, limit order dapat tetap terbuka atau hanya terisi sebagian jika belum semua pesanan terpenuhi.
Periksa status sebelum membuat pesanan tambahan. Jika order masih terbuka, jangan langsung menganggap transaksi telah selesai. Setelah eksekusi, cocokkan riwayat transaksi dengan perubahan saldo BTC dan USDT.
Ketiga pilihan ini berkaitan dengan pertukaran aset, tetapi tidak memiliki mekanisme yang sama.
Pasar Spot BTC/USDT digunakan untuk memasang order beli atau jual berdasarkan mekanisme perdagangan pasar. Pengguna dapat memilih jenis order yang tersedia dan menentukan harga melalui limit order.
Convert BTC ke USDT memungkinkan pengguna melihat atau melakukan konversi berdasarkan kuotasi yang ditampilkan dan ketentuan fitur. Proses ini berbeda dari memasang order melalui order book, sehingga hasil pertukarannya tidak selalu sama.
Exchange menyediakan fitur pertukaran aset sesuai pilihan yang tersedia di platform. Sebelum menggunakannya, periksa aset yang didukung dan nilai pertukaran yang ditawarkan.
Jika ingin melihat estimasi konversi Bitcoin ke USDT, kamu dapat memeriksa fitur Convert BTC ke USDT di Bybit Indonesia.
Untuk mempelajari fitur pertukaran aset yang tersedia, kamu dapat mengunjungi halaman Exchange Bybit Indonesia.
Jika tujuanmu adalah membeli BTC dengan menetapkan harga tertentu, pasar Spot dengan limit order mungkin lebih sesuai. Jika ingin menukar aset berdasarkan kuotasi yang tersedia, pertimbangkan fitur konversi atau pertukaran setelah memeriksa ketentuannya.
Beberapa kesalahan dapat terjadi bahkan ketika pengguna sudah memahami dasar perdagangan:
Menganggap harga BTC/USDT sebagai harga rupiah. Pasangan ini menggunakan USDT sebagai pembanding, sehingga nilai dalam IDR perlu memperhitungkan nilai tukar.
Salah memilih Buy atau Sell. Periksa kembali arah transaksi sebelum mengonfirmasi.
Mengandalkan harga terakhir saja. Harga eksekusi dapat berbeda karena pergerakan pasar dan spread.
Mengabaikan status order. Limit order yang masih terbuka belum tentu menghasilkan transaksi.
Tidak menghitung biaya. Biaya dan selisih harga dapat mengurangi hasil transaksi.
Menggunakan seluruh saldo tanpa rencana. Perubahan harga dapat menyebabkan kerugian, bahkan ketika kamu sudah memahami mekanisme order.
Sebelum memasang pesanan, pastikan pasangan BTC/USDT sudah benar, saldo mencukupi, arah transaksi sesuai rencana, dan biaya telah diperhitungkan. Memahami mekanisme order membantu kamu bertransaksi dengan lebih terukur, tetapi tidak menghilangkan risiko perubahan harga Bitcoin.