Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Bayangkan jalan yang tadinya satu, tiba-tiba sampai di persimpangan. Kadang persimpangan itu cuma jalur tambahan yang tetap terhubung ke jalan lama, kendaraan lama maupun baru masih bisa saling lewat tanpa masalah. Tapi kadang persimpangan itu benar-benar memecah jalan jadi dua arah yang berbeda total, begitu memilih satu arah, tidak ada jalan kembali ke jalur yang satunya lagi. Itulah beda mendasar antara soft fork dan hard fork dalam blockchain.
Fork adalah perubahan pada aturan protokol sebuah blockchain, yang berpotensi memecah jaringan jadi lebih dari satu jalur. Setiap blockchain, dari waktu ke waktu, mungkin perlu memperbarui aturannya, entah untuk menambah kapasitas, memperbaiki celah keamanan, atau menyesuaikan arah pengembangan. Cara pembaruan itu diterapkan menentukan apakah hasilnya soft fork atau hard fork.
Soft fork adalah perubahan yang backward-compatible, artinya aturan baru sebenarnya adalah penyempitan dari aturan lama, bukan penggantian total. Node yang belum melakukan pembaruan tetap mengenali block baru sebagai valid, meski mereka sendiri belum bisa membuat block dengan format aturan baru itu. Karena itu, jaringan tidak pecah, semua pihak tetap berjalan di satu chain yang sama.
Contoh nyatanya adalah SegWit, singkatan dari Segregated Witness, yang diadopsi Bitcoin pada Agustus 2017. SegWit mengubah cara data transaksi diorganisir di dalam block, menambah kapasitas efektif jaringan tanpa benar-benar mengubah batas ukuran block secara mentah. Karena perubahan ini dirancang tetap kompatibel dengan aturan lama, jaringan Bitcoin tidak pecah, semua orang tetap berada di satu Bitcoin yang sama seperti sebelumnya.
Hard fork adalah perubahan yang tidak backward-compatible. Node lama akan menolak block dengan aturan baru sebagai sesuatu yang tidak valid sama sekali. Kalau tidak semua pihak di jaringan sepakat mengadopsi aturan baru itu, jaringan akan pecah permanen jadi dua chain terpisah, yang berbagi riwayat transaksi identik sampai titik fork terjadi, lalu berjalan sendiri-sendiri setelahnya, masing-masing dengan aturan dan arah pengembangannya sendiri.
Contoh paling terkenal adalah Bitcoin Cash, yang terpisah dari Bitcoin pada 1 Agustus 2017 tepat di block 478.558. Pemisahan ini dipicu perdebatan panjang di komunitas soal cara mengatasi keterbatasan skalabilitas jaringan, sebagian pihak mendukung solusi SegWit yang sudah dijelaskan di atas, sebagian lagi menginginkan solusi yang lebih langsung dengan memperbesar ukuran block secara signifikan. Karena dua kubu ini tidak mencapai kesepakatan, jaringan akhirnya pecah. Siapa pun yang memegang Bitcoin tepat sebelum momen fork itu otomatis mendapat jumlah setara Bitcoin Cash, karena kedua chain memang berbagi riwayat yang sama persis sampai titik pemisahan tersebut.
Contoh lain yang sudah pernah dibahas sebelumnya adalah hard fork Ethereum pada 2016, sebagai respons darurat terhadap peretasan The DAO. Pemisahan itu akhirnya melahirkan dua jaringan terpisah, Ethereum yang kita kenal sekarang dan Ethereum Classic yang mempertahankan riwayat asli tanpa pembalikan transaksi.
Dari dua contoh hard fork di atas, terlihat jelas fork bisa lahir dari alasan yang sangat berbeda:
Peningkatan teknis atau kapasitas jaringan, seperti tujuan awal di balik SegWit
Perbedaan pandangan komunitas soal arah pengembangan jangka panjang, seperti perdebatan skalabilitas yang melahirkan Bitcoin Cash
Respons darurat terhadap insiden keamanan, seperti hard fork Ethereum setelah peretasan The DAO
Fork bukan otomatis tanda ada yang rusak atau bermasalah dengan suatu blockchain. Justru sebaliknya, fork adalah mekanisme yang memungkinkan blockchain terus berevolusi meski tidak ada satu otoritas pusat yang bisa memaksakan keputusan ke semua pihak sekaligus. Ketika komunitas tidak sepakat, hard fork memberi jalan keluar, masing-masing pihak bisa melanjutkan visinya sendiri di chain yang terpisah, tanpa harus memaksa yang lain mengikuti satu arah tunggal.
Soft fork dan hard fork sama-sama lahir dari kebutuhan mengubah aturan blockchain, tapi cara keduanya menangani perbedaan pendapat sangat berbeda, satu tetap menyatukan semua pihak di jalur yang sama, satu lagi membuka jalan bagi perpisahan permanen begitu konsensus tidak tercapai. Token hasil hard fork seperti yang dibahas di artikel ini bisa ditemukan sebagai aset terpisah di Spot Trading Bybit, masing-masing membawa riwayat yang pernah bercabang dari blockchain aslinya sebelum akhirnya berjalan sendiri-sendiri.
Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi.