Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Konflik AS-Iran yang telah berjalan sejak 28 Februari 2026 telah menjadi penghambat pasokan minyak terbesar dalam sejarah menurut IEA, dengan Selat Hormuz yang lumpuh dari lajur lalu lintas kapal tanker September akhir lalu.
Hampir delapan bulan berjalan, Selat Hormuz, jalur yang menampung sekitar seperlima pasokan minyak dunia, dilaporkan efektif tertutup dari lajur lalu lintas kapal tanker per akhir September 2026. Menurut beberapa sumber berita, dampaknya telah merambat ke inflasi, kebijakan suku bunga The Fed, pasar saham global, emas, hingga perilaku Bitcoin dan aset kripto.
Aspek | Angka / Fakta |
Awal konflik | 28 Februari 2026 |
Brent (puncak awal konflik) | US$118,35, 31 Maret 2026 |
Brent (titik terendah) | US$71,57, 1 Juli 2026 |
Skenario inflasi (Dallas Fed) | Hambatan di 3 kuartal sebagai salah satu skenario The Dallas Fed yang dapat diindikasikan dapat dorong WTI ke US$167 pada Oktober 2026 |
Emas (puncak) | Di atas US$5.590/ons, akhir Januari 2026 |
Emas (koreksi) | Turun sekitar 22% dari puncak |
Bitcoin (titik terendah) | US$63.106, 28 Februari 2026 |
Bitcoin vs emas | Unggul sekitar 35-36% sejak awal konflik, dilansir dari Crypto.news |
Pasar saham global | MSCI ACWI ex-US turun >10% Maret 2026; S&P 500 turun ~5% |
Guncangan pasokan minyak yang fluktuatif. Brent melonjak ke US$ 118 di Maret, lalu turun ke US$ 71 saat gencatan senjata pada bulan Juli, dan kembali naik ke US$101,50 di awal Oktober. Transit kapal di Hormuz anjlok dari 85 per hari menjadi hanya 1 pada akhir September, menandakan jalur ini praktis lumpuh.
Risiko inflasi bergantung pada durasi konflik. Salah satu Skenario dari Dallas Fed memperkirakan adanya hambatan tiga kuartal yang dapat mendorong WTI ke US$167 tepat di Oktober 2026.
Emas sempat kesulitan pertahankan status safe haven-nya. Harga melonjak ke rekor saat konflik pecah, tapi begitu dolar menguat dan yield Treasury naik, emas terkoreksi 22% dari puncak. (Yahoo! Finance)
Bitcoin unggul sebagai aset safe haven alternatif. Walau sempat jatuh ke US$63.106 di hari pertama konflik pecah, Bitcoin pulih dengan cepat menurut riset JPMorgan, berbeda dari emas dan perak.
Outflow aset kripto Iran setelah serangan udara 28 Feb. | Foto: Chainalysis
Lonjakan pemindahan aset kripto di Iran. Data yang dikutip dari Chainalysis mengindikasikan warga Iran memindahkan dana dari exchange lokal ke self-custody dan platform lain selama konflik.
Beberapa fenomena ini memberikan gambaran bahwa guncangan geopolitik besar tidak bergerak satu arah, dan juga bahwa aset-aset safe haven bereaksi dengan pola yang berbeda dari ekspektasi klasiknya. Untuk memantau pergerakan ini secara langsung, termasuk Bitcoin dan saham-saham AS yang terekspos, jelajahi Tokenized Stocks di Bybit Indonesia
Pantau market secara langsung di Bybit Indonesia, dan ikuti analisis lebih lanjut di Bybit Learn ID.
Dallas Fed - The Impact of the 2026 Iran War on U.S. Inflation
Straits.live - Strait of Hormuz Daily Brief, 5 Oktober 2026
The Block - JPMorgan says bitcoin shows safe-haven-like demand during Iran war
Cointelegraph - How Bitcoin and gold reacted differently to the Iran war shock
Crypto.news - Bitcoin outperforms gold by roughly 36% since Iran war began
Artikel ini merupakan rangkuman informatif berbasis sumber publik yang tersedia dan bukan merupakan saran investasi.