Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Rata-rata partisipasi voting di DAO-DAO besar cuma sekitar 17 persen dari total pemegang token, dan di banyak DAO, 10 persen pemegang token terbesar mengendalikan lebih dari 76 persen kekuatan suara. Angka ini penting dipahami sebelum menjawab pertanyaan "mana yang lebih berharga, token utility atau governance," karena hak yang jarang dipakai, meski terdengar prestisius di atas kertas, tidak otomatis berarti bernilai tinggi dalam praktik.
Token utility adalah token yang memberi akses ke fungsi atau layanan tertentu dalam ekosistemnya, misalnya membayar biaya transaksi, membuka fitur premium sebuah aplikasi, atau menjadi syarat berpartisipasi dalam layanan yang dibangun di atas blockchain tertentu. ETH adalah contoh paling luas dikenal, dipakai untuk membayar gas fee setiap kali ada transaksi atau smart contract yang dieksekusi di jaringan Ethereum. Nilai riil token utility ditentukan oleh seberapa besar permintaan nyata atas fungsi yang ditawarkannya, semakin banyak orang benar-benar memakai layanan itu, semakin kuat dasar permintaan atas tokennya.
Token governance memberi pemegangnya hak suara atas keputusan pengembangan suatu protokol, misalnya perubahan parameter teknis, penambahan fitur baru, atau alokasi dana treasury yang dikelola komunitas. Semakin banyak token governance yang dipegang, semakin besar bobot suara dalam voting, mekanisme yang dipakai banyak proyek DeFi untuk mendesentralisasikan pengambilan keputusan alih-alih bergantung pada satu tim pengembang saja.
Di atas kertas, ini terdengar seperti kekuasaan nyata atas arah sebuah proyek. Tapi data menunjukkan cerita yang lebih rumit. Compound, misalnya, tercatat rata-rata hanya sekitar 3 persen partisipasi dari puluhan proposal on-chain yang pernah dieksekusi. Uniswap, salah satu DAO terbesar, juga mengalami tren partisipasi yang terus menurun dari waktu ke waktu. Pola ini bukan kasus khusus satu proyek, tapi gejala umum di hampir seluruh industri DAO, di mana median partisipasi di banyak DAO berkisar 5 sampai 12 persen saja.
Beberapa proyek bahkan menggabungkan kedua fungsi sekaligus dalam satu token, memberi akses layanan sekaligus hak suara, meski kombinasi ini tidak menghilangkan pola rendahnya partisipasi yang sama.
Dengan data partisipasi voting serendah itu, jelas bahwa nilai token governance secara praktik sangat bergantung pada seberapa aktif hak itu benar-benar dipakai, bukan sekadar seberapa besar kekuasaan yang secara teori diwakilinya. Sebuah token governance bisa mewakili kendali atas treasury bernilai jutaan dolar, tapi kalau hanya segelintir whale yang benar-benar memakai hak suaranya, nilai praktis bagi pemegang kecil jadi jauh lebih tipis dari yang terlihat di permukaan.
Sebaliknya, token utility juga tidak otomatis lebih unggul hanya karena fungsinya lebih konkret. Token utility untuk layanan yang jarang dipakai, dengan permintaan riil yang rendah, bisa jauh kurang bernilai dibanding token governance yang mengendalikan treasury besar dan komunitasnya benar-benar aktif berpartisipasi dalam setiap keputusan penting. Membandingkan dua kategori ini secara langsung seperti membandingkan dua jenis pekerjaan berbeda, hasilnya sangat bergantung siapa yang mengerjakannya, bukan sekadar nama jabatannya.
Kalau kategori saja tidak cukup untuk menentukan nilai, ada beberapa hal yang lebih layak diperiksa dibanding sekadar bertanya "ini utility atau governance":
Untuk token utility, seberapa besar permintaan nyata atas layanan yang diaksesnya, bukan sekadar potensi di atas kertas
Untuk token governance, seberapa aktif komunitasnya benar-benar berpartisipasi dalam voting, bukan sekadar besarnya treasury yang dikendalikan
Seberapa terkonsentrasi kekuatan suara atau kepemilikan pada segelintir pihak, karena konsentrasi tinggi mengurangi nilai praktis bagi pemegang kecil
Apakah fungsi token itu, baik utility maupun governance, benar-benar dipakai secara berkelanjutan, atau cuma jadi fitur yang jarang disentuh setelah token diluncurkan
Pertanyaan-pertanyaan ini jauh lebih berguna dibanding mencari jawaban tunggal soal kategori mana yang unggul, karena jawabannya memang berbeda-beda tergantung proyek yang dinilai. Menu Spot di Bybit menampilkan kedua jenis token ini berdampingan, dan kerangka menilai implementasi di atas bisa langsung diterapkan begitu menelusuri daftarnya.
Token utility dan token governance dibangun untuk tujuan yang berbeda, tapi keduanya sama-sama bisa berakhir bernilai tinggi atau rendah tergantung seberapa baik fungsinya benar-benar dipakai. Data partisipasi voting yang rendah di hampir seluruh industri DAO adalah pengingat bahwa hak yang jarang digunakan bukan hak yang berharga, terlepas seberapa besar kekuasaan yang secara teori diwakilinya. Menilai token dari implementasinya, bukan dari label kategorinya, adalah cara yang jauh lebih jujur untuk memahami dimana nilai sebenarnya