Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Riset Bank for International Settlements dari periode awal ledakan adopsi ritel di market crypto menemukan pola yang cukup mengganggu: investor besar cenderung menjual justru saat investor kecil sedang ramai membeli. Pola inilah yang berkontribusi pada estimasi bahwa 73 sampai 81 persen investor ritel global pernah merugi dari investasi kriptonya. Ini bukan kebetulan atau nasib buruk semata, tapi konsekuensi dari tidak memahami di fase mana sebenarnya market sedang berada saat keputusan diambil.
Market crypto, seperti market finansial pada umumnya, cenderung bergerak dalam siklus yang berulang, bukan garis lurus naik atau turun tanpa pola. Salah satu kerangka klasik untuk memahami siklus market ini membaginya jadi empat fase: accumulation, markup, distribution, dan markdown. Memahami keempatnya tidak membuat siapa pun bisa menebak harga secara pasti, tapi memberi lensa untuk mengenali pola market yang selama ini mungkin hanya terlihat jelas setelah lewat, bukan saat sedang terjadi.
Accumulation biasanya muncul setelah tren turun yang panjang dan melelahkan di market. Harga berhenti jatuh dan mulai bergerak sideways dalam rentang yang relatif sempit, kadang selama berbulan-bulan. Perhatian pelaku market terhadap aset itu biasanya sudah jauh berkurang di titik ini, berita negatif dari fase penurunan sebelumnya masih membekas, dan sentimen market secara umum masih pesimis.
Justru di fase inilah pembeli yang lebih sabar dan berpengalaman mulai membangun posisi secara diam-diam, sedikit demi sedikit, tanpa mendorong harga naik drastis. Volatilitas relatif rendah dibanding fase market lain, dan pergerakan harga terasa membosankan bagi kebanyakan orang, yang justru jadi alasan kenapa fase ini paling sering terlewat oleh investor ritel. Perhatian market biasanya baru kembali setelah harga sudah bergerak jauh meninggalkan rentang accumulation ini.
Markup dimulai ketika harga akhirnya breakout dari rentang accumulation dan market mulai bergerak naik secara berkelanjutan. Di awal fase ini, kenaikan masih terasa organik, didorong oleh pembeli yang sudah lebih dulu masuk di fase accumulation dan mulai menambah posisi begitu momentum market terkonfirmasi naik.
Seiring markup berlanjut dan harga terus mencetak level baru, perhatian media dan publik mulai kembali ke market. Partisipasi investor baru meningkat, dan semakin tinggi harga bergerak, semakin kuat dorongan FOMO yang menarik lebih banyak orang untuk ikut masuk ke market, sering kali justru di titik-titik yang sudah jauh dari harga masuk yang wajar. Riset BIS yang disebut di awal artikel ini secara spesifik menyoroti pola ini, unduhan aplikasi dan pembelian ritel yang justru meningkat seiring harga Bitcoin naik di market, bukan menurun, menunjukkan investor baru cenderung mengejar momentum market yang sudah berjalan, bukan mengantisipasinya lebih awal.
Setelah markup berlangsung cukup lama dan harga market sudah naik signifikan, market sering memasuki fase distribution, di mana harga kembali bergerak sideways, tapi kali ini di area harga yang tinggi, bukan rendah seperti accumulation. Fase market ini adalah yang paling sering menipu, karena pergerakan sideways di dekat puncak sering disalahartikan pendatang baru sebagai sekadar jeda sebelum kenaikan market berlanjut lebih tinggi lagi.
Padahal, di balik pergerakan yang terlihat stagnan itu, pemegang awal yang sudah masuk sejak fase accumulation mulai menjual posisi mereka ke permintaan ritel yang masih deras di market. Pola inilah yang sesuai dengan temuan BIS soal investor besar menjual justru saat investor kecil sedang membeli. False breakout, pergerakan naik sesaat yang gagal bertahan, juga umum terjadi di fase market ini, memberi harapan palsu bahwa tren market masih akan berlanjut naik.
Markdown dimulai ketika harga akhirnya breakdown dari rentang distribution dan market mulai bergerak turun secara berkelanjutan. Berbeda dari markup yang cenderung bergerak bertahap di awal, markdown di market crypto sering terjadi lebih cepat dan lebih tajam, terutama begitu kepanikan mulai menyebar di kalangan investor yang membeli di fase distribution dengan harga tinggi.
Panic selling menjadi ciri khas fase market ini, dan penurunan yang terjadi sering terasa jauh lebih menyakitkan dibanding kenaikan yang dinikmati sebelumnya, karena kebanyakan investor ritel justru masuk ke market di fase markup dan distribution, bukan di accumulation. Pada akhirnya, markdown akan mereda dan market kembali bergerak sideways di level yang lebih rendah, menandai dimulainya fase accumulation berikutnya, dan siklus market ini berulang kembali.
Sebelum menerapkan kerangka ini ke market yang kamu amati, ada beberapa batasan penting yang wajib dipahami:
Ini adalah kerangka konseptual klasik untuk membaca market, bukan alat prediksi yang pasti benar
Market riil jarang bergerak dalam fase sebersih dan seteratur ilustrasi di atas
Mengenali fase market secara real-time, saat sedang terjadi, jauh lebih sulit dibanding melihatnya di grafik yang sudah lewat dan terlihat jelas dengan mata telanjang
Satu aset bisa terlihat seperti sedang di fase tertentu, tapi ternyata market baru di fase awal atau bahkan fase yang berbeda sama sekali begitu waktu berjalan lebih panjang
Kerangka ini paling berguna sebagai alat untuk melatih kesadaran terhadap kondisi market, bukan sebagai sinyal pasti kapan harus membeli atau menjual. Mengamati pergerakan harga dan volume langsung di Spot Trading Bybit bisa jadi latihan yang baik untuk mulai mengenali pola market ini seiring waktu, tanpa perlu terburu-buru menyimpulkan fase apa yang sedang berlangsung.
Accumulation, markup, distribution, dan markdown bukan jaminan bahwa market akan selalu bergerak persis mengikuti pola ini, tapi memahami keempatnya membantu menjelaskan kenapa begitu banyak investor ritel berakhir membeli di harga tinggi dan menjual di harga rendah, persis kebalikan dari yang seharusnya. Kesadaran akan pola market yang berulang ini jauh lebih berguna dibanding sekadar bereaksi terhadap pergerakan harga hari demi hari tanpa konteks fase market yang lebih besar.
Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Tidak ada jaminan bahwa pola pergerakan market di masa lalu akan berulang persis di masa depan.