Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Sebelum membeli Bitcoin atau aset kripto lainnya, jangan hanya membandingkan harga dan promosi. Memilih platform perdagangan yang tepat juga membutuhkan pemeriksaan legalitas, biaya transaksi, keamanan akun, dan layanan yang tersedia.
Berikut beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum memilih bursa kripto di Indonesia:
Pastikan penyedia layanan tercantum dalam daftar resmi OJK.
Hitung total biaya transaksi, termasuk spread dan biaya penarikan.
Periksa fitur keamanan akun dan transparansi informasi aset.
Pastikan pilihan aset, metode transaksi, dan layanan pelanggan sesuai kebutuhan.
Istilah bursa kripto sering digunakan untuk menyebut aplikasi atau platform tempat pengguna membeli dan menjual aset kripto. Namun, dalam struktur industri yang diatur di Indonesia, bursa dan pedagang aset keuangan digital memiliki fungsi berbeda.
Bursa merupakan bagian dari infrastruktur perdagangan aset keuangan digital, sedangkan pedagang aset keuangan digital (PAKD) menyediakan layanan perdagangan yang digunakan konsumen. Karena itu, aplikasi yang kamu gunakan untuk membeli Bitcoin tidak selalu merupakan bursa itu sendiri.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi ekosistem perdagangan aset keuangan digital, termasuk aset kripto, setelah peralihan kewenangan pengaturan dan pengawasan dari Bappebti.
Perbedaan ini penting saat memeriksa legalitas. Nama bursa yang dikenal luas tidak otomatis membuktikan bahwa setiap aplikasi yang mengaku terhubung dengannya memiliki izin yang sesuai.
Legalitas sebaiknya menjadi pemeriksaan pertama sebelum membuat akun atau menyetorkan dana.
OJK menerbitkan daftar penyelenggara perdagangan aset keuangan digital yang berizin atau terdaftar sesuai ketentuan yang berlaku. Daftar ini dapat digunakan untuk memeriksa apakah penyedia layanan yang akan digunakan memiliki status yang sesuai.
Kamu bisa memulai pemeriksaan melalui daftar resmi penyelenggara perdagangan aset keuangan digital OJK.
Perhatikan beberapa hal berikut:
Nama badan usaha: Cocokkan nama perusahaan dengan informasi resmi OJK.
Nama platform: Pastikan aplikasi atau situs yang digunakan benar-benar berkaitan dengan entitas yang tercantum.
Status perizinan: Periksa apakah izin atau status penyelenggara masih berlaku.
Alamat situs resmi: Waspadai situs tiruan yang menggunakan nama dan tampilan serupa dengan platform asli.
Jangan mengandalkan logo regulator, klaim di media sosial, atau testimoni pengguna sebagai bukti legalitas.
Perlu diingat, izin usaha bukan jaminan keuntungan dan tidak menghilangkan risiko kerugian akibat perubahan harga aset kripto.
Biaya trading yang rendah belum tentu berarti biaya keseluruhan paling murah. Ada beberapa komponen yang perlu diperiksa sebelum memilih platform.
Trading fee adalah biaya yang dikenakan ketika melakukan transaksi beli atau jual. Besarannya dapat berbeda berdasarkan platform, jenis transaksi, tingkat akun, dan ketentuan yang berlaku.
Spread merupakan selisih antara harga beli dan harga jual yang tersedia pada waktu tertentu. Spread dapat memengaruhi nilai transaksi, meskipun biaya trading yang ditampilkan terlihat rendah.
Selain itu, periksa biaya konversi aset, deposit, dan penarikan dana jika berlaku. Perhatikan pula batas minimum transaksi serta ketentuan penarikan.
Sebagai contoh, ketika membeli aset kripto menggunakan rupiah, jumlah aset yang diterima dipengaruhi oleh harga transaksi dan biaya yang berlaku. Saat menjualnya kembali, nilai yang diterima juga bisa berbeda karena perubahan harga dan spread.
Untuk memperkirakan nilai USDT dalam rupiah sebelum melakukan konversi, kamu bisa menggunakan fitur Convert USDT ke IDR di Bybit Indonesia.
Gunakan informasi nilai konversi sebagai referensi dan periksa ketentuan transaksi sebelum mengonfirmasi. Harga konversi tidak selalu sama dengan harga yang tersedia di pasar Spot.
Keamanan platform dan kebiasaan pengguna sama-sama berpengaruh terhadap perlindungan akun.
Sebelum memilih layanan, periksa apakah platform menyediakan fitur seperti:
Two-factor authentication (2FA): Menambahkan lapisan verifikasi selain kata sandi.
Notifikasi login: Membantu pengguna mengenali aktivitas akun yang tidak biasa.
Pengaturan penarikan: Periksa apakah tersedia pengamanan tambahan, seperti whitelist alamat penarikan.
Perlindungan anti-phishing: Perhatikan panduan resmi untuk mengenali situs, pesan, atau komunikasi palsu.
Pemulihan akun: Pastikan tersedia prosedur yang jelas jika kehilangan akses ke akun.
Fitur yang tersedia dapat berbeda antarplatform. Periksa dokumentasi resminya daripada mengasumsikan semua layanan memiliki perlindungan yang sama.
Kamu juga perlu menggunakan kata sandi yang unik, mengaktifkan verifikasi tambahan, dan tidak membagikan kode OTP atau informasi pemulihan akun kepada siapa pun.
Jumlah aset yang tersedia bukan satu-satunya ukuran kualitas platform. Yang lebih penting adalah apakah aset yang kamu butuhkan tersedia, informasi harganya jelas, dan mekanisme transaksinya mudah dipahami.
Periksa juga pasangan perdagangan yang ditawarkan. Pasangan perdagangan menunjukkan dua aset yang digunakan dalam suatu transaksi, misalnya BTC/IDR untuk perdagangan Bitcoin terhadap rupiah.
Likuiditas juga perlu diperhatikan. Pasar dengan likuiditas lebih rendah dapat memiliki spread lebih lebar dan berpotensi mengalami perubahan harga lebih besar ketika transaksi dilakukan.
Jika ingin mempelajari perdagangan Bitcoin terhadap rupiah, kamu dapat melihat pasangan BTC/IDR di pasar Spot Bybit Indonesia.
Sebelum bertransaksi, pastikan pasangan tersebut tersedia dan periksa harga, biaya, serta ketentuan yang ditampilkan pada platform.
Jangan langsung menganggap platform dengan pilihan aset paling banyak sebagai pilihan terbaik. Aset yang tersedia tetap perlu dievaluasi berdasarkan likuiditas, risiko, dan tujuan transaksi.
Pengalaman menggunakan platform tidak hanya ditentukan oleh proses membeli dan menjual aset. Proses deposit, penarikan, serta penanganan masalah akun juga perlu diperhatikan.
Sebelum menyetorkan dana, cari tahu:
Metode deposit dan penarikan yang tersedia.
Batas minimum dan maksimum transaksi.
Biaya yang mungkin dikenakan.
Ketentuan verifikasi identitas.
Perkiraan waktu pemrosesan sesuai ketentuan platform.
Kanal resmi untuk menghubungi layanan pelanggan.
Jangan menganggap waktu penarikan selalu sama untuk setiap transaksi. Prosesnya dapat dipengaruhi oleh metode pembayaran, pemeriksaan keamanan, kondisi jaringan, dan ketentuan platform.
Perhatikan pula apakah layanan pelanggan memiliki kanal komunikasi yang jelas. Waspadai akun media sosial atau nomor layanan yang meminta kata sandi, kode OTP, atau transfer tambahan ke rekening pribadi.
Tidak semua pengguna membutuhkan fitur perdagangan yang sama.
Pemula yang baru membeli aset kripto mungkin lebih membutuhkan proses transaksi yang sederhana, informasi biaya yang jelas, dan panduan penggunaan. Sementara itu, trader yang lebih aktif mungkin memerlukan pilihan pasangan perdagangan, grafik harga, dan jenis order yang lebih beragam.
Untuk mempelajari fitur pertukaran aset yang tersedia, kamu juga dapat melihat halaman Exchange Bybit Indonesia.
Sebelum menggunakan fitur pertukaran, pahami aset yang akan ditukar, nilai yang ditampilkan, serta biaya dan ketentuan yang berlaku. Fitur Exchange, Convert, dan perdagangan Spot dapat memiliki mekanisme yang berbeda.
Pilih layanan berdasarkan kebutuhan yang benar-benar kamu miliki, bukan semata-mata karena jumlah fitur atau promosi yang ditawarkan.
Gunakan checklist berikut untuk mengevaluasi platform sebelum mulai bertransaksi.
Status legalitas penyedia layanan sudah diperiksa melalui sumber resmi OJK.
Nama badan usaha, aplikasi, dan situs resmi sudah dicocokkan.
Trading fee, spread, biaya konversi, dan biaya penarikan sudah dipahami.
Fitur keamanan akun tersedia dan sudah dipelajari.
Aset serta pasangan perdagangan yang dibutuhkan tersedia.
Ketentuan deposit, penarikan, dan minimum transaksi jelas.
Kanal layanan pelanggan dapat ditemukan dan diverifikasi.
Risiko perubahan harga dan kemungkinan kehilangan modal sudah dipahami.
Kamu tidak harus menemukan platform yang unggul dalam semua aspek. Prioritaskan legalitas dan keamanan terlebih dahulu, kemudian bandingkan biaya serta fitur berdasarkan kebutuhanmu.
Tidak. Legalitas merupakan langkah penting untuk menilai apakah penyedia layanan beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku, tetapi bukan jaminan bahwa semua transaksi bebas risiko.
Harga aset kripto dapat berubah tajam. Gangguan teknis, kesalahan pengguna, penipuan yang menargetkan pemilik akun, dan risiko lain juga tetap perlu diperhitungkan.
Karena itu, pemilihan platform sebaiknya dilakukan melalui beberapa pemeriksaan sekaligus: legalitas, transparansi biaya, keamanan akun, pilihan aset, dan kualitas layanan. Periksa kembali informasi resmi sebelum menyetorkan dana karena status perizinan, fitur, dan ketentuan transaksi dapat berubah.