Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Pada 11 Maret 2023, USDC, stablecoin terbesar kedua di dunia, turun ke $0,87 dalam hitungan jam. Bukan karena ada bug di sistemnya, bukan karena peretasan. Melainkan karena $3,3 miliar cadangan Circle tersimpan di Silicon Valley Bank yang baru saja dinyatakan bangkrut. Dalam 48 jam harga pulih setelah pemerintah AS menjamin simpanan nasabah. Tapi kejadian itu menjawab satu pertanyaan yang sering diabaikan: bagaimana sebenarnya stablecoin bisa stabil di $1, dan apa yang bisa membuatnya gagal?
Jawabannya sederhana namun sering disalahpahami. Tidak ada mekanisme teknis yang mengunci harga stablecoin di tepat satu dolar. Tidak ada kode yang memaksa bursa menampilkan angka $1,00 di layar. Yang ada adalah sebuah keseimbangan ekonomi, sebuah janji yang dijaga oleh sistem insentif, kepercayaan, dan aktor pasar yang bergerak terus-menerus di balik layar. Ketika keseimbangan itu terjaga, stablecoin terlihat "stabil." Ketika salah satu elemennya retak, peg bisa lepas.
Penjaga utama peg stablecoin adalah arbitrase: praktik mengambil keuntungan dari perbedaan harga di dua tempat berbeda. Trader yang melakukan arbitrase bukan bergerak karena niat mulia menjaga stabilitas pasar. Mereka bergerak karena ada uang yang bisa diambil dari perbedaan harga itu. Dan justru karena motif keuntungan itulah sistem bekerja.
Bayangkan USDC tiba-tiba diperdagangkan di $1,02 di sebuah bursa karena permintaan tinggi. Trader yang memiliki akses ke mekanisme penerbitan langsung akan membeli USDC dari penerbitnya seharga $1,00, lalu menjualnya di bursa seharga $1,02. Keuntungan $0,02 per token terdengar kecil, tapi dalam skala jutaan token ini sangat berarti. Tekanan jual yang muncul dari aksi ini menambah pasokan USDC di pasar, mendorong harga kembali turun menuju $1.
Sekarang bayangkan USDC diperdagangkan di $0,98. Trader akan membeli USDC "murah" di bursa, lalu menukarnya kembali ke penerbit dengan nilai penuh $1,00 per token lewat proses yang disebut redemption. Keuntungan $0,02 per token kembali menjadi insentif. Aksi beli ini menyerap pasokan di pasar, mengurangi tekanan jual, dan mendorong harga naik kembali ke $1.
Inilah yang disebut mekanisme mint-and-burn: ketika pasokan perlu bertambah, token baru dicetak (mint); ketika perlu berkurang, token dikembalikan ke penerbit dan dihapus dari sirkulasi (burn). Seluruh siklus ini bekerja otomatis, didorong oleh ribuan trader yang secara independen mengejar selisih harga kecil setiap menit.
Redemption adalah proses menukarkan token stablecoin kembali ke aset dasarnya, biasanya dolar, dengan nilai yang dijanjikan penerbit. Ini adalah jangkar ekonomi yang membuat arbitrase bisa bekerja. Tanpa redemption yang dapat diandalkan, tidak ada trader yang mau membeli stablecoin di bawah $1, karena mereka tidak yakin bisa menebusnya dengan nilai penuh.
Satu hal yang penting dipahami: redemption langsung ke penerbit hampir tidak pernah tersedia untuk pengguna ritel biasa. Proses ini umumnya hanya bisa dilakukan oleh institusi keuangan dan mitra bisnis besar yang disebut authorized participants, yaitu pihak yang memiliki perjanjian langsung dengan penerbit seperti Circle atau Tether. Pengguna ritel seperti kita "meredeem" dengan cara menjual stablecoin di bursa atau menukarnya di platform DeFi. Ini bukan redemption sesungguhnya, tapi secara ekonomi hasilnya serupa: pasokan berkurang, harga terdorong naik.
Kualitas redemption inilah yang membedakan stablecoin kuat dari yang rapuh. Jika proses redemption lambat, dibatasi, atau dipertanyakan, arbitrase kehilangan fondasinya. Dan tanpa arbitrase yang efektif, harga bisa menyimpang jauh dari $1 untuk waktu yang lama.
Tidak semua stablecoin menjaga pegnya dengan cara yang sama. Model yang berbeda memiliki kerentanan yang berbeda pula.
Model ini paling sederhana: setiap token didukung satu banding satu oleh dolar atau aset setara dolar yang disimpan dalam rekening cadangan. Stabilitas bergantung pada kepercayaan bahwa cadangan itu nyata, cukup, dan bisa diakses kapan dibutuhkan. Arbitrase bekerja karena authorized participants tahu mereka bisa menebus token dengan nilai penuh dari penerbit. Selama kepercayaan itu utuh, peg bertahan.
DAI, yang diterbitkan oleh protokol Sky (sebelumnya MakerDAO), tidak punya cadangan dolar di bank. Penggunanya mengunci aset kripto sebagai jaminan, biasanya melebihi nilai DAI yang dicetak, proses yang disebut overcollateralization. Jika nilai jaminan turun terlalu dalam, smart contract secara otomatis melikuidasi posisi untuk melindungi peg. Mekanisme redemption-nya berjalan on-chain, tanpa perantara. Kelemahannya: jika nilai aset jaminan jatuh lebih cepat dari kemampuan sistem melikuidasi, peg bisa terancam.
Model ini tidak punya cadangan nyata. Stabilitasnya bergantung sepenuhnya pada mekanisme insentif yang dirancang agar orang mau mencetak atau membakar token untuk menjaga harga. UST, stablecoin algoritmik Terra, sempat mencapai kapitalisasi pasar sekitar $18 miliar sebelum runtuh ke mendekati nol pada Mei 2022, menghapus nilai sekitar $40 miliar dari ekosistemnya. Ketika kepercayaan mulai retak dan arus redemption lebih deras dari kemampuan sistem mengimbanginya, tidak ada cadangan nyata yang bisa menghentikan kejatuhan.
Memahami cara kerja peg lebih berguna jika diikuti dengan memahami kapan sistem ini bisa gagal. Ada tiga jalur utama menuju depeg.
Ketika pasar mulai meragukan apakah cadangan yang diklaim penerbit benar-benar ada atau bisa diakses, kepercayaan goyah. Kasus USDC dan Silicon Valley Bank adalah contoh klasik: cadangannya ada, tapi sementara tidak bisa diakses karena bank yang menyimpannya dibekukan. Itu saja sudah cukup untuk mendorong harga ke $0,87. TrueUSD (TUSD) mengalami hal serupa di Januari 2024 ketika kekhawatiran soal transparansi cadangannya muncul di media, mendorong harganya turun ke $0,926 sebelum akhirnya delisting dari sejumlah bursa besar.
Peg bergantung pada kedalaman pasar. Jika volume perdagangan sangat tipis atau pool likuiditas di platform DeFi tidak seimbang, bahkan aksi jual yang relatif kecil bisa mendorong harga jauh dari $1. Ini bukan masalah cadangan, tapi masalah mekanika pasar. Stablecoin yang lebih kecil dengan likuiditas terbatas jauh lebih rentan terhadap jenis depeg ini.
Ini adalah skenario paling berbahaya, dan yang menghancurkan UST. Ketika cukup banyak orang mulai menjual serentak karena takut depeg, tekanan jual itu sendiri menjadi penyebab depeg. Ini yang disebut bank run digital: ketakutan yang menjadi kenyataan karena cukup banyak orang bertindak atas dasar ketakutan itu. Berdasarkan data Moody's, tercatat 1.914 kejadian depeg pada stablecoin hingga pertengahan 2023, dengan 609 melibatkan stablecoin besar. Sebagian besar bersifat singkat, tapi beberapa bersifat permanen.
Bagi trader dan pengguna stablecoin di Indonesia, memilih platform yang terdaftar dan diawasi regulator adalah salah satu lapisan perlindungan awal yang bisa diterapkan. Bybit Indonesia (bybit.id) adalah platform spot trading yang terdaftar resmi di OJK, sehingga transaksi stablecoin seperti USDT dan USDC dapat dilakukan dalam ekosistem yang memiliki kerangka pengawasan yang jelas.
Peg stablecoin bukan hukum fisika yang tidak bisa dilanggar. Ia adalah keseimbangan ekonomi yang dijaga oleh tiga hal sekaligus: cadangan yang kredibel, mekanisme redemption yang bisa diandalkan, dan kepercayaan pasar yang terjaga. Ketika salah satu dari ketiganya goyah, yang lain bisa ikut runtuh dengan cepat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memegang stablecoin dalam jumlah signifikan:
Periksa model cadangannya: apakah fiat-backed, crypto-collateralized, atau algoritmik? Masing-masing punya profil risiko berbeda.
Cek apakah penerbit melakukan atestasi atau audit cadangan secara berkala dan transparan.
Perhatikan likuiditas stablecoin tersebut di bursa yang kamu gunakan. Volume tipis adalah sinyal waspada.
Diversifikasi jika jumlahnya besar. Menyimpan seluruh dana di satu stablecoin memusatkan risiko yang harusnya bisa disebarkan.
Stablecoin adalah alat yang berguna, tapi bukan berarti bebas risiko. Memahami apa yang menahannya di $1 adalah langkah pertama untuk menggunakannya dengan lebih bijak.