Ringkasan AI
Tampilkan Lebih Banyak
Pahami konten artikel dengan cepat dan ukur sentimen pasar hanya dalam 30 detik!
Pasar stablecoin melampaui $317 miliar per awal 2026, dan sebagian besar dari angka itu dipegang oleh USDT dan USDC, dua stablecoin fiat-backed yang mendominasi lebih dari 80% total pasar. Di sisi lain, DAI dari protokol Sky tetap menjadi stablecoin crypto-backed terbesar dengan suplai sekitar $4,6 miliar per Q1 2026 berdasarkan data DeFiLlama. Ketiganya sama-sama dipatok ke satu dolar, tapi cara mereka mempertahankan nilai itu sangat berbeda, dan perbedaan itu menentukan situasi mana yang paling cocok untuk masing-masing.
Fiat-backed (USDT, USDC): cadangan disimpan oleh perusahaan penerbit dalam bentuk dolar atau aset setara. Paling cocok untuk trading aktif, transfer antar bursa, dan pengguna yang baru masuk ke ekosistem kripto.
Crypto-backed (DAI): cadangan berupa aset kripto yang dikunci di smart contract, dengan nilai jaminan melebihi DAI yang dicetak. Lebih relevan untuk pengguna aktif DeFi yang ingin menghindari ketergantungan pada institusi terpusat.
Tidak ada yang "lebih aman" secara absolut. Keduanya punya profil risiko berbeda yang relevan di situasi berbeda.
Pemilihan yang tepat bergantung pada apa yang akan kamu lakukan dengan stablecoin itu, bukan pada nama atau popularitasnya.
Pertanyaan yang lebih berguna dari "mana yang lebih baik?" adalah: apa yang kamu butuhkan dari stablecoin ini, dan dalam konteks apa kamu akan menggunakannya?
Stablecoin fiat-backed bekerja seperti dolar digital yang dikelola oleh perusahaan. Tether menerbitkan USDT dengan cadangan yang mencakup Treasury AS, Bitcoin, emas, dan aset lain. Circle menerbitkan USDC dengan cadangan yang hampir seluruhnya berupa kas dan Treasury AS jangka pendek. Keduanya bisa ditukar kembali ke dolar melalui mekanisme redemption, meski akses langsung ke penerbit hanya tersedia untuk institusi dan mitra bisnis besar.
Ini adalah penggunaan paling umum stablecoin fiat-backed di kalangan trader. Ketika kamu keluar dari posisi Bitcoin atau Ethereum tapi belum siap masuk ke posisi berikutnya, USDT atau USDC adalah tempat parkir yang paling praktis. Likuiditas keduanya sangat dalam di hampir semua bursa, pasangan trading tersedia untuk hampir semua aset yang diperdagangkan secara aktif, dan konversi antara USDT atau USDC dengan aset lain bisa dilakukan dalam hitungan detik.
DAI juga bisa digunakan untuk tujuan ini, tapi pasangan trading DAI jauh lebih terbatas di bursa terpusat dibanding USDT atau USDC. Untuk trader yang bergerak cepat, keterbatasan likuiditas ini bisa menjadi hambatan nyata.
Ketika kamu memindahkan dana antar platform atau menarik ke dompet pribadi, fiat-backed stablecoin adalah pilihan yang paling praktis. TRC-20 USDT, misalnya, didukung oleh hampir semua bursa besar di Asia Tenggara dengan biaya transfer yang rendah. USDC tersedia di Ethereum, Solana, BNB Smart Chain, dan jaringan lain dengan tingkat adopsi yang luas.
Bagi trader Indonesia yang menggunakan platform terdaftar OJK untuk membeli atau menjual USDT dan USDC, Bybit Indonesia (bybit.id) menyediakan halaman harga live untuk kedua stablecoin ini sebagai referensi sebelum bertransaksi.
Fiat-backed stablecoin dirancang untuk kesederhanaan. Kamu membeli, menyimpan, dan menjualnya seperti aset kripto lain tanpa perlu memahami konsep overcollateralization, liquidation ratio, atau smart contract vault. Untuk pengguna yang baru masuk ke ekosistem kripto dan belum punya pengalaman dengan protokol DeFi, USDT atau USDC adalah titik masuk yang jauh lebih mudah dikelola.
DAI diterbitkan oleh protokol Sky, sebelumnya dikenal sebagai MakerDAO, melalui mekanisme yang sepenuhnya berjalan di blockchain. Pengguna mengunci aset kripto seperti ETH atau wBTC ke dalam smart contract yang disebut Vault, lalu mencetak DAI senilai lebih kecil dari nilai jaminan yang dikunci. Jika nilai jaminan jatuh melewati ambang batas tertentu, smart contract secara otomatis melikuidasi posisi untuk melindungi sistem. Tidak ada perusahaan yang memegang cadangan. Tidak ada rekening bank yang bisa dibekukan regulasi.
DAI adalah stablecoin dengan integrasi paling dalam di ekosistem DeFi Ethereum. Protokol lending seperti Aave dan Compound, platform yield, dan banyak DEX mendukung DAI dengan likuiditas yang baik. Jika kamu menggunakan DeFi untuk meminjam, meminjamkan, atau mendapatkan yield dari aset kripto, DAI sering kali menjadi unit akun yang paling alami dalam ekosistem itu karena umur dan kedalaman integrasinya sejak 2017.
Risiko counterparty adalah risiko bahwa pihak ketiga yang memegang asetmu, dalam hal ini penerbit stablecoin, gagal memenuhi kewajibannya. Dengan fiat-backed stablecoin, kamu bergantung pada kepercayaan bahwa Circle atau Tether benar-benar memegang cadangan yang mereka klaim dan bisa mengaksesnya saat dibutuhkan. Kasus USDC dan Silicon Valley Bank pada Maret 2023 menunjukkan bahwa risiko ini bukan hipotetis.
DAI menghilangkan jenis risiko ini karena tidak ada perusahaan yang memegang cadangannya. Semua mekanisme berjalan lewat smart contract yang bisa diverifikasi siapa saja di blockchain. Ini bukan berarti DAI bebas risiko, tapi sumber risikonya berbeda dan lebih transparan secara teknis.
Ini adalah use case yang sering diabaikan. Ketika kamu mencetak DAI dengan mengunci ETH sebagai jaminan, kamu tidak menjual ETH itu. Posisi ETH-mu tetap ada, dan kamu mendapatkan DAI yang bisa digunakan untuk kebutuhan lain, trading, yield, atau likuiditas jangka pendek. Ini secara efektif memberi kamu akses ke likuiditas dolar tanpa harus keluar dari posisi kripto yang kamu pertahankan untuk jangka panjang.
Fiat-backed stablecoin tidak menawarkan mekanisme ini. Untuk mendapatkan USDT atau USDC, kamu harus menjual aset kripto yang kamu miliki atau membelinya dengan uang fiat.
Tidak ada stablecoin yang cocok untuk semua situasi, dan penting untuk memahami di mana masing-masing bisa mengecewakan.
Fiat-backed stablecoin rentan terhadap risiko counterparty dan keputusan regulasi yang berada di luar kendali pemegangnya. Kasus USDC dan SVB adalah contoh nyata: cadangan ada, tapi sementara tidak bisa diakses karena bank yang menyimpannya dibekukan. Tether belum pernah menyelesaikan audit keuangan penuh meski sudah beroperasi lebih dari satu dekade. Kedua penerbit juga memiliki kemampuan teknis untuk membekukan alamat tertentu atas permintaan regulator atau penegak hukum.
Crypto-backed stablecoin punya kelemahan yang berbeda. DAI menghadapi liquidation risk: jika nilai ETH atau aset jaminan lain jatuh cukup cepat, smart contract akan melikuidasi posisi secara otomatis sebelum pemegang Vault sempat menambah jaminan. Kompleksitasnya juga lebih tinggi, membuka posisi DAI membutuhkan pemahaman tentang rasio jaminan, stability fee, dan mekanisme liquidation yang tidak perlu dipahami saat membeli USDT di bursa. Pada Maret 2023, DAI juga sempat terpengaruh oleh depeg USDC karena sebagian jaminan DAI saat itu berupa USDC lewat Peg Stability Module, menunjukkan bahwa "terdesentralisasi" tidak selalu berarti terisolasi dari risiko sistem yang lebih luas.
Berikut kerangka sederhana yang bisa dijadikan panduan:
Untuk trading spot, transfer antar bursa, dan parkir dana jangka pendek: fiat-backed adalah pilihan yang lebih praktis.
Untuk DeFi lending, yield farming, atau mempertahankan eksposur kripto sambil mendapat likuiditas dolar: crypto-backed lebih relevan.
Untuk pengguna pemula yang belum familiar dengan smart contract dan liquidation: mulai dengan fiat-backed, pahami dulu cara kerjanya sebelum beralih ke model yang lebih kompleks.
Untuk jumlah besar yang akan disimpan dalam waktu lama: diversifikasi antara keduanya lebih masuk akal daripada menaruh semuanya di satu jenis.
Sebagian besar pengguna memegang USDT bukan karena mereka sudah mengevaluasi alternatifnya, tapi karena itu yang pertama kali mereka kenal. Itu bukan keputusan yang buruk, tapi bukan keputusan yang disadari juga. Memahami kapan fiat-backed dan kapan crypto-backed lebih sesuai memberi kamu pilihan yang lebih terinformasi, bukan sekadar mengikuti apa yang paling banyak digunakan.
Pada akhirnya, stablecoin yang tepat adalah yang paling cocok dengan apa yang akan kamu lakukan dengannya. Trading aktif di bursa terpusat dengan kebutuhan transfer yang sering? Fiat-backed lebih praktis. Aktif di DeFi dan ingin transparansi on-chain penuh? Crypto-backed lebih relevan. Keduanya valid. Yang penting adalah memilih dengan alasan yang jelas, bukan karena kebiasaan atau asumsi bahwa yang paling populer selalu paling tepat.